
Tim BPBD Kotim bersama Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur, saat memantau kerusakan permukiman nelayan akibat banjir rob, Minggu (29/5/2022).
Rumah Nelayan di Pesisir Pantai Ujung Pandaran Dihantam Ombak
SAMPIT -- Sejumlah rumah milik nelayan di pesisir Pantai Ujung Pandaran, Dusun Kalap, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dilaporkan rusak akibat dihantam ombak, pekan lalu.
Sejumlah bangunan roboh karena besarannya gelombang laut yang menyapu pesisir pantai hingga ke pemukiman ne layan. Saat itu dilaporkan cuaca hujan deras disertai angin kencang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kotim, Rihel, Minggu (29/5/2022), mengatakan kejadian itu berlangsung pada 23 Mei lalu.
"Air kurang lebih satu meter dari atas tanah. Hari itu juga sekitar pukul 17.00 wib air yang pasang kembali surut. Akibat air roof laut menyebabkan 5 rumah milik warga hanyut lantaran tongkatnya tercabut," kata Rihel kepada wartawan di Sampit.
Sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban. Mereka, Sukran, Endel, Ono, Onder, Amat, dan Piat. Sejak menerima kabar buruk tersebut, Rihel bersama tim BPBD sekaligus didampingi oleh Kepada Desa Ujung Pandaran, Aswinur, ke lokasi kejadian melakukan pengecekan dan memberikan bantuan.
"Para korban tinggal tidak menetap. Mereka akan tinggal di sana ketika musim ikan selama kurang lebih 1 hingga 4 minggu. Para korban sebenarnya memiliki rumah asli di Desa Ujung Pandaran. Untuk detail rumah yang hancur ada 5 buah, teridiri 3 buah setengah hancur, sisinya utuh," pungkas Rihel. KT1
Wah, Artis Hana Hanifah dan Pengusaha A Sudah Sama-sama Bugil Saat Digerebek
Petinju Kalteng Eiger Lamandau Kembali Naik Ring 2 April
Nah, Bupati Kotim Supian Hadi Dipanggil KPK Sebagai Tersangka Kasus Tambang
Kisah Berto, Petani Muda dari Pendahara
Berhasil Juarai WBC, Eyger Lamandau Disambut Bak Pahlawan oleh Kapolda Kalteng
Denda Rp250 Ribu Menanti Warga Kalteng yang Tak Pakai Masker, Pergub Sudah Terbit
Pertengkaran di Ujung Malam Berakhir Kematian Tragis, Suami Gantung Diri Setelah Bunuh Istri
Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Perawatan Penuh, Pemko Palangka Raya Cari Tempat Penampungan Baru
Minuman Tradisional Kalteng Baram dan Arak Akan Dilegalkan
Jalan Provinsi Ruas Palangka Raya - Kurun Rusak, Ini Saran DPRD Gumas