SAPA - Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong dan Ketua Dekranasda Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong menyapa penonton malam peluncuran Benang Bintik Khas Gunung Mas pada Festival Tuah Mahasur (FTM) di Taman Kota Kuala Kurun, Jumat (28/10).
Gunung Mas Luncurkan Benang Bintik Khas Daerah Setempat
KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas meluncurkan Benang Bintik khas Gunung Mas pada malam puncak Festival Tuah Mahasur (FTM) di Taman Kota Kuala Kurun, Jumat (28/10) malam.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S Monong mengatakan, Benang Bintik khas Gunung mas memiliki beragam motif objek wisata yang ada di daerah setempat.
"Tahun 2020 lalu Dekranasda Kabupaten Gunung Mas melaksanakan lomba desain Benang Bintik khas Kabupaten Gunung Mas. Desain dari para peserta itulah yang selanjutnya diolah menjadi beragam busana, baik formal maupun non-formal," terang Mimie.
Dia menjelaskan, ada 17 busana yang ditampilkan. 17 busana terdiri dari busana anak, remaja, dewasa, dan eksekutif.
Motif yang ditampilkan di antaranya Air Terjun Batu Mahasur, Air Terjun Bawin Kameloh, Batu Suli, Taman Hutan Raya Lapak Jaru, Betang Damang Batu, dan motif menarik lainnya.
Perancang official Dekranasda Gunung Mas, Steffan Adjie mengatakan, harga yang dipatok untuk busana Benang Bintik beragam. Mulai dari Rp250 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung jenis bahan yang digunakan.
"Bagi masyarakat yang ingin membeli dapat langsung mengunjungi 'showroom' Dekranasda Gunung Mas di Kuala Kurun. Masyarakat juga bisa memesan di Instagram resmi Dekranasda Gunung Mas, yakni @dekranasdakabgumas," ujar Steffan.
Steffan menyatakan, secara bertahap motif yang diusung akan semakin beragam, mengingat masih banyak motif hasil lomba desain yang bisa dikembangkan menjadi motif Benang Bintik khas Gunung Mas.
Sebelumnya, Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong berharap dengan peluncuran resmi masyarakat akan tahu dan menggunakan Benang Bintik menjadi pakaian yang diperkenalkan dalam kegiatan formal dan non-formal. Karena ciri khas Benang Bintik Gumas adalah motif yang berasal dari objek wisata yang ada di Gumas.
"Ketika kita mengenakan Benang Bintik Gunung Mas, secara tidak langsung kita ikut mempromosikan objek wisata yang ada di wilayah ini, dan mendukung salah satu program unggulan kami (Jaya-Efrensia) yakni smart tourisme atau pariwisata yang unggul," kata Jaya.GM1-Istimewa
Wah, Artis Hana Hanifah dan Pengusaha A Sudah Sama-sama Bugil Saat Digerebek
Petinju Kalteng Eiger Lamandau Kembali Naik Ring 2 April
Nah, Bupati Kotim Supian Hadi Dipanggil KPK Sebagai Tersangka Kasus Tambang
Kisah Berto, Petani Muda dari Pendahara
Berhasil Juarai WBC, Eyger Lamandau Disambut Bak Pahlawan oleh Kapolda Kalteng
Denda Rp250 Ribu Menanti Warga Kalteng yang Tak Pakai Masker, Pergub Sudah Terbit
Pertengkaran di Ujung Malam Berakhir Kematian Tragis, Suami Gantung Diri Setelah Bunuh Istri
Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Perawatan Penuh, Pemko Palangka Raya Cari Tempat Penampungan Baru
Minuman Tradisional Kalteng Baram dan Arak Akan Dilegalkan
Jalan Provinsi Ruas Palangka Raya - Kurun Rusak, Ini Saran DPRD Gumas