80 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2023, Tol Cipali Jadi Perhatian Khusus

Ilustrasi Mudik - Net

80 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2023, Tol Cipali Jadi Perhatian Khusus

 

JAKARTA - Menteri Perhubungan RI (Menhub) Budi Karya Sumadi memproyeksi jumlah pemudik pada periode libur Lebaran tahun ini akan mencapai 80 juta orang.

Lonjakkan ini diprediksi terjadi karena membaiknya kasus pandemi Covid-19 di dalam negeri dan dihentikannya program pembatasan mobilitas masyarakat yaitu PPKM oleh Pemerintah RI.

"Pengelolaan arus mudik dan balik lebaran pada tahun ini sangat menantang yaitu bagaimana mengendalikan lonjakan pergerakan orang yang lebih besar dari tahun lalu, yang prediksinya mencapai 80 juta orang," katanya dalam keterangan resmi.

Budi mengatakan, penyelenggaraan Angleb dan Angkutan Natal dan Tahun Baru atau Nataru pada 2022 lalu, menjadi modal atau bekal penting untuk meningkatkan kinerja pelayanan angkutan Lebaran tahun ini.

"Dengan pengalaman empiris tahun sebelumnya, kami telah mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang berpotensi terjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.

Adapun sejumlah hal penting yang telah diidentifikasi salah satunya yaitu jalur tol dari Jakarta ke arah Jawa tengah. Di mana, tol Cipali menjadi titik krusial sepanjang arus mudik maupun balik.

Untuk itu, Kemenhub akan terus berkoordinasi secara insentif dengan Korlantas Polri guna mendapatkan rekayasa lalu lintas yang tepat.

“Kami yang membuat regulasi, tetapi penerapan rekayasa lalu lintas, maupun pengawasan dan penindakan dilakukan oleh Korlantas Polri, baik berupa contraflow, one way, dan rekayasa lainnya," ucap Budi.

"Selain itu, penambahan rest area di jalur tol dari Jakarta ke arah timur juga perlu dilakukan, karena jumlahnya dinilai kurang,” kata dia lagi.

Pada kesempatan yang terpisah, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menambahkan, tujuan utama pemudik masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehingga, mobilitas memang masih cukup tinggi di pulau Jawa, disusul tertinggi kedua ada di pulau Sumatera.

"Ke Sumatera memang sudah relatif meningkat, mengingat infrastruktur transportasi baik itu jalan, maupun udara sudah jauh lebih baik," paparnya.

Sedangkan untuk titik keberangkatan, menurut Adita, paling banyak masih berasal dari wilayah Jabodetabek.

Moda transportasi yang paling banyak dipilih masyarakat masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu kendaraan pribadi.BI1 - Net

COVID PEMPROV
COVID
GUBERNUR
SERTIFIKAT
perumahan

Widget